Kamis, 30 Januari 2014

Jika dan hanya jika dan entahlah....



Jika dan hanya jika dan entahlah....
Coba bayangkan apa jadinya jika dunia yang (anggap saja) indah ini isinya hanya ada dua tipe makhluk. sekali lagi. hanya ada dua tipe. nggak lebih. Cuek dan Cengeng. Iya... hanya dua jenis itu.
Makhluk pertama adalah species jenis cuek. Makhluk ini (terlihat) tidak peduli atau tidak tanggap atau masa bodo akan keadaan sekitar.. oke bahkan apa yang ada tepat dihadapannya saja ia nggak pernah (mau) ngerti. Cuek (nggak peduli) ini juga terbagi atas 2 keadaan, keadaan yang pertama yaitu keadaan dimana makhluk itu bener-bener nggak paham. Dengan tanpa dosa menganggap semua baik-baik saja . nggak ada apa-apa. Nggak ada yang perlu ditanggapi dengan serius. Menyebalkan sekali kan si cuek ini? -_- . keadaan kedua nggak peduli ini lebih parah badai (serasa pengen ngejewer kupingnya kalo ada beneran ) yaitu keadaan dimana sebenernya makhluk ini ngerti kalo ada sesuatu yang terjadi tapi emang sengaja kagak peduli.. kelewat cuek dan bikin emosi (astagfirullah....) #skip
Ini makhluk yang kedua yaitu species jenis cengeng. Nah lohh. Yang ini rempong banget. Segala sesuatunya harus dipertimbangkan  dan disangkutpautkan dengan perasaan, udah tau kan kalo yang namanya perasaan itu adalah semacam sesuatu paling subjektif nilainya? Kalo udah kena langsung deh berkaca-kaca, mata gerimis hati menangis #ehh. menganggap semua yang dihadapannya adalah hal yang menyedihkan yang bisa ditangisi hemmm...
Dunia bakal jadi kayak apa coba kalo isinya cuma mutlak dua species ini. Sepanjang jalan hanya akan melihat makhluk yang tertawa diatas tangisan yang lainnya atau akan menyaksikan tangisan di atas tawa yang lain. Tanpa toleransi dan rasa mau mengerti. Miris memang. Si cuek seakan-akan tak berperasaan. Tidak peka. Dan si cengeng hanya akan mendramatisir keadaan. Semua akan terlihat kelabu (?).
Kedua hal ini perlu ada sih, tapi amat sangat dilarang berlebihan walau sedikitpun. Inget, jangan sampe kelebihan!
Cuek dalam dosis ideal berguna untuk tidak terlalu pening dalam menghadapi persoalan.untuk tidak ambil pusing. Kalo cengeng dalam takaran sempurna (?) juga penting untuk sikap toleransi. Keduanya tidak ada yang salah jika pada porsi yang tepat (porsi disini nggak ada hubungannya sama sekali dengan nasi goreng.) ingatlah, semua ada ukuran tepatnya.
Kamu yang terlalu cuek pliisss tolong ‘belajar membaca’ barangkali disekitarmu ada yang butuh uluran tanganmu, atau sekedar senyum termanismu atau sekurang-kurangnya cukup kedipan matamu #hallahh.... sikapmu yang terlalu cuek hanya akan membuatmu terkesan tidak peka dan (maaf)bodoh.
Dan kamu yang cengeng tolong camkan, pikirkan sejenak,hidup ini terlalu luas kalau hanya untuk meratapi satu titik ketidakpastian. Hakekat hidup memang untuk mencari, dan yang harus kau temukan bukan hanya satu titik itu. Lihatlah keluar,dunia ini terlalu indah untuk kau ratapi bukan? Sudahlah, hapus air matamu. Sikapmu yang terlalu cengeng hanya akan membuatmu terkesan rapuh dan terlihat lemah. 


Minggu, 26 Januari 2014

Sepercik kata, SMADA’11



Sepercik kata, SMADA’11
Entah garis apa yang membawa saya pagi itu, saya mengantar ibuk saya ke rumah rekannya, melewati sebuah jalan yang mungkin kalo ada mikroskop waktu terdapat jejak kehidupan jelas saya selama kurang lebih 3 tahun saya melewati jalanan itu. Jalanan itu masih sama persis dengan keadaan sekitar 2,5 tahun yang lalu, masih sejuk, masih dengan pemandangan jelas gunung sumbing, sawah-sawah hijau terbentang, jalanan aspal yang mulus walau berkelok-kelok, kendaraan yang berlalu lalang namun tak padat, rumput-rumput ilalang yang mendayu-dayu, dan beberapa pejalan kaki yang asik sendiri entah sedang memikirkan apa dan pejalan lain yang bercanda dengan teman jalannya, yahh,, masih sama, semua masih (bisa dibilang) sama, tak ada perbedaan yang berarti, bedanya sekarang saya naik motor sama ibuk saya kalo beberapa waktu (lama) yang lalu saya naik angkot atau jalan kaki sama temen (-temen)  saya, atau terkadang nebeng,, tapi saya nggak pernah sendiri melewatinya. 
pintu gerbang smada

2 tahun terakhir saya mulai menemukan potongan-potongan puzzle kehidupan saya, 1 tahun pertama di awal saya anggap intermeso, seperti pada awal kisah lain, dulu saya nggak pernah berharap sedikitpun berada di sekolah yang dapet gelar ‘RSBI’ ini, dulu saya lebih tertarik dan begitu ngotot ke sekolah sebelah yang terkenal ‘gaul’ itu, jelas saja orang tua saya nggak setuju saya masuk ke SMA yang terkenal sama ‘geng’nya itu, lagi-lagi bapak saya berjuang membujuk saya biar mau ngedaftar di sekolah ‘RSBI’ itu, saya tetap nggak mau dan bapak saya bilang saya harus mau, yaudah saya kalah (lagi) beberapa temen SMP saya juga ada yang sekolah disini, itu juga cuman beberapa, nggak bikin saya jadi antusias, saya sempat berdoa juga semoga saya nggak diterima biar bisa lari (?) ke SMA ‘gaul’ sebelah, tapi ikhtiar bapak saya lebih keren, bapak saya antusias sekali tiap hari dateng ke sana buat ngeliat urutan rangking sampe hari terakhir pendaftaran dan pengumuman (saya ingat hari itu adalah hari Jum’at jam 10 pagi, tanggal sama bulan.nya lupa tahun 2008), apadaya saya melawan kehendak Tuhan, sampai pengumuman seleksi masuk ke sekolah ‘RSBI’ itu malah nama saya nangkring tepat di tengah-tengah urutan rangking dari 252 siswa yang diterima saya berada di urutan 126, orang tua saya girang bukan kepalang dan saya (?) ???, saya lupa apa yang saya rasakan waktu itu, emmm entahlah,, (sikap yang benar. Seharusnya saya bersyukur waktu itu).
Sudah saya duga sebelumnya, sekolah ini sangat disiplin, jam 7 kurang 5 menit bel sudah berbunyi, semua siswa harus masuk kelas dan yang beragama islam langsung tilawah bersama satu kelas sampe jam 07.10 ( agama yang lain keluar kelas dan beribadah di ruang ibadah masing2 juga), #sekolah negeri yang keren kan?# . jam 07.10 bel kedua bunyi lagi tanda tilawah dan ibadah lain dihentikan dan siswa harus siap menerima pelajaran pertama, dan yang telat jangan harap bisa masuk kelas dan ikut pelajaran kalau telat lebih dari 15 menit, gerbang sekolah bakal ditutup rapat dan sebaiknya anda pulang haha :D ,kalo telat sebelum 15 menit masih boleh masuk paling juga bakal dihukum bersih-bersih, atau apa gitu. Peraturan lain (yang saya dulu anggap paling menyebalkan) nya adalah di sekolah ini tidak diperbolehkan siswa-siswinya memakai sepatu selain berwarna hitam, bahkan ada corak lain segaris aja bakalan brabe kalo ketahuan, harus “hitam polos” alhasil selama tiga tahun full saya sekolah pake sepatu pantofel (nulisnya bener kagak ya? :D ) kecuali kalo pas ada pelajaran olah raga saya pake sepatu kets (tetep warna item), aturan lain lagi dilarang keras bawa hape model apapun, de el el masih bejibun lagi peraturannya kalo saya sebutin satu-satu bakal nggak selesai-selesai, selain itu saya juga banyak yang lupa :D
saya lama-lama juga terbiasa sama aturan-aturan itu, saya nggak pernah telat masuk sekolah de el el untuk saya menaati aturan sudah menjadi kebiasaan sejak saya lahir (mungkin). saya bukan tipe orang yang sukanya keluar pagar pake cara manjat pagarnya kok #hallah
halaman belakang sekolah

Bagi saya waktu 3 tahun itu sangat berarti, walau terasa sebentar, terlalu banyak yang saya dapatkan daripada yang saya berikan,
Sadar atau tidak tapi saya harus paham kalau apa yang terjadi pada saya itu merupakan ketentuan Allah. Allah lebih tau apa yang terbaik untuk saya, saya sudah berusaha all out di ujian SMP agar bisa masuk ke SMA ‘gaul’ mentereng itu, tapi Allah memberi saya lebih dengan menakdirkan saya berada tepat di SMADA TMG’11, sekolah menengah atas yang menjunjung tinggi akhlak, kedisiplinan dan akademik ini. dengan jutaan hidayah tak terkira yang amat saya syukuri, saya tidak pernah menyesal pernah menjadi bagian yang utuh dari bangunan indah bernama “SMA N 2 Temanggung” ini J
tiara, mita, cindra, akbar, nanda, dwiki, rinto, tiar, nurul, yuni, rara, ambar, yekti, nika, bunga, rima, ian, chandra, javis, ardi, arya, vira, yohana, linda, eko, desi, ika, hilma, rizki, rinda, harnung, irman, okta, afif. 34 manusia jenis langka yang frekuensi tertinggi mengitari saya kurun waktu 2 tahun terakhir selama saya ditempat itu, dimanapun kalian sekarang, saya kangen kalian :*


Sepercik kata (dalam album kenangan SMADA’11 dengan sedikit perubahan)

Dua tahun sudah kita titi bersama, suka, cita, canda, kecewa, benci, cinta, tangis, tawa, duka, lara, tertawa, takut, gelisah, bahagia, dll semua itu sempat singgah didalam bilik hati kita, dengan disaksikan oleh mereka yang selama ini tetap teguh memegang rahasia kita, siapa lagi kalau bukan gedung SMA kita, SMADA, SMAN 2 Temanggung tercinta.

Ibarat benih yang pernah kita taburkan, kinilah saatnya kita memetik hasil. Ibarat janjiyang pernah kita ikrarkan, kinilah saatnya kita tunaikan. Maka,,,, kinilah saatnya kita berpisah.(bukan, bukan berpisah tapi kita berjalan sesuai arah yang kita tuju, kita berpencar menuju impian kita yang tidaklah sama, toh kita tetap berada di bawah langit yang sama, kita tetap bisa menatap bintang yang sama, alamat kita juga masih sama,bumi.). kita tidaklah perlu menyesal kenapa kita mesti bertemu. kita tidak perlu menangis kenapa kita harus berpisah. Menengadahlah ke langit, lihatlah,, burungpun tidak pernah menyesal mengapa ia tidak bisa berenang. Tengoklah ke bawah, ikanpun tidak pernah besedih mengapa ia tak bisa terbang. kita hanya sekedar menerima hukum keabadian, bahwa disamping perjumpaan pasti ada perpisahan. Bisa jadi, mungkin pertemuan kita ibarat sebuah hutang yang mesti dibayar lunas dengan perpisahan.
jalan masuk menuju koridor sekolah


Adalah suatu kenyataan, harimau pergi meninggalkan jejaknya, ikan berenang meninggalkan ombak, burung terbang menyuarakan kepakan sayapnya. Maka, kita pergi meninggalkan kenangan. Pintu gerbang sekolah yang megah, koridor sekolah yang teduh, bangku kelas yang penuh coretan, tembok kelas yang kian kusam adalah saksi bisu kebersamaan kita. Sebentar lagi tidak akan terlihat gerbang sekolah yang selalu menyambut kita di pagi hari. Sebentar lagi tak akan terinjak lagi halaman sekolah tempat kita saling kejar-kejaran. Sebentar lagi tak akan terdengar lagi nasehat guru-guru yang mengajar di depan kelas, juga derai adik-adik kelas yang brisik. kita akan segera pergi melangkahkan kaki, meninggalkan mereka semua, menjadikan sebuah rangkaian kenangan abadi dimana kita pernah bercanda bersama, menangis bersama, belajar bersama, jajan bersama, dan bersenandung bersama. Biarlah semua itu menjadi kenangan yang kelak bisa menghibur dan menemani kita di hari-hari sepi nanti.....

SMA-ku, telah ku titipkan sebagian hidupku kepadamu. Kenanganku padamu akan tetap menghiasi lorong-lorong jiwaku. Semuanya akan tetap terasa indah, keindahan yang tak mungkin dapat ditulis dengan goresan sejuta pena, tak kan bisa diraih sejuta tangan, tak tergambarkan oleh sejuta khayalan dan tak dapat diungkapkan dengan sejuta kata. Ibarat sebuah cerita dalam tembang “gita cinta dari SMA” atau “kisah kasih di sekolah”.lebih dari itu.

Sahabatku, selamat berjuang di medan perang yang lain, semoga Tuhan meridhoi persahabatan kita J

SMADA’11
sebuah lirik lagu nan elok dan menyentuh hasil ciptaan kita yang di aransemen sama cindra :

detik-detik t'lah berlalu
semua langkah jadi satu
tiada lagi perbedaan
semua indah dalam hati.....
indah dalam hati...

hiduppun terus berputar
semua indah dan terkesan
tiada duka slalu senang
t'rasa indah dunia ini.....
indah dunia ini....

berjuta nyanyian
telah ku persembahkan
dalam cerita kita bersama
kita selamanya..... :)

dan beberapa bait puisi yang dibacakan oleh hilma, javis, dan dahrima secara bergantian pas TMF waktu itu,,,

detik-detik t'lah berlalu
semua langkah menjadi satu
beda yang ada, menyatu dalam asa
kita t'lah jadi satu dalam sebuah ikatan
persahabatan......

roda hidup terus berputar, kawan
kadang kita di atas, terkadang juga di bawah
tapi, ingatlah teman!!!
kita akan selalu ada mengisi ruang-ruang kosong kehampaan

jutaan nyanyian tak mampu menggantikan semua kenangan
kita tertawa, menangis bersama
dalam indahnya untaian kata
persahabatan.....

tlah bermimpi
tlah memiliki arti
hadir
hangat
senyum
tertoreh dalam raga
terukir dalam jiwa
kita adalah sahabat
dalam satu cerita,,,, :)

IPA I SMADA, 19 Nopember 2010
   
LOGO SMADA
 ★☆

Selasa, 21 Januari 2014

bukan tidak mau mendengarkan, hanya menghargai diri sendiri :p

tiba saatnya ‘sampah’ yang sempat jadi salah satu tumpukan di dalem folder terselubung ini saya eksekusi keluar,, kali ini masih biasa nggak jauh dari kata geje tapi tetep full hikmah XD
Dalam suatu kondisi, bagaimana perasaanmu kalau ada suatu aturan yang (entah masih) berlaku, kemudian kamu melakukan suatu hal berdasarkan tingkat pemahamanmu dengan aturan itu, tidak semua prosedur kamu lakukan, hanya yang kamu bener-bener ngerti  ehh tapi malah dikatain “kamu itu harus sesuai prosedur, nggak boleh gini, harusnya gitu, bla bla bla ...., kamu ngerti nggak sih?”
Lalu suatu saat lagi kamu bener-bener mengikuti aturan itu secara runtut sesuai prosedur tapi tetep dikatain “heyy,, kamu itu kelewat polos, sesuai aturan itu baik tapi nggak gitu juga kalii...”
Oke fine mungkin kamu harus tau cerita ini,,,, cekidott....
Alkisah, seorang ayah dan anak sedang perjalanan jauh sambil menuntun unta yang terlihat ada beberapa barang yang diletakkan diatas unta tersebut. Sampai mereka berpapasan dengan seseorang pedagang pertama. Dia berkata, ”Dasar bodoh kalian…ada unta yang kuat dan kekar gitu kok tidak dinaiki oleh salah satu dari kalian, kalian malah susah payah berjalan kaki begitu? Dasar Bodoh!”
Sang ayah kaget, dan menyuruh sang anak untuk naik unta tersebut. Tak lama kemudian mereka berpapasan dengan pedagang kedua. Dia Berkata, ”Emang anak tidak tau diri, masak Ayahnya dibiarkan berjalan menuntun unta yang dinaiki anaknya…!”
Sang Anak kaget, kemudia dia memper-silahkan ayahnya untuk naik unta. Tak lama kemudian mereka berpapasan dengan pedangang ketiga. Dia berkata, ”Wah… wah… tega nian ini sang Ayah… masak anak yang belum besar ini disuruh menuntun unta, sedang ayahnya bersantai diatas unta…?”
Sang Ayah kaget, kemudian mengajak anaknya untuk naik bersama-sama ke atas unta. Hingga mereka bertemu dengan pedagang ke empat. Dia berkata. “Dasar manusia-manusia tidak berperikehewanan! unta kok dinaiki oleh dua orang dan barang-barang?… kasihanilah unta tersebut… dimana letak hati kalian!”
Kemudian sang ayah berkata kepada anaknya, “Anakku, memang ketika kita mengharap nilai dari manusia, maka akan seperti ini…. tidak jelas…, maka biarlah Allah yang menilai kita…!”

Closing statement yang keren dari ayah, Hikmah yang bisa diambil dari cerita yang diatas itu menurut saya...

Biarlah Allah saja yang menilaimu… kalau kamu berbuat baik, mungkin orang lain akan ada yang berprasangka bahwa ada modus apalah gitu di balik perbuatan baik yang kamu lakukan tapi, tetaplah berbuat baik. Kadang-kadang orang lain juga berpikir secara tidak masuk akal, egois dan apalah itu namanya . tapi, bagaimanapun juga, terimalah pendapat mereka, kita harus tau kalo setiap ‘kacamata’ yang dipakai setiap orang itu berbeda, kalo kamu nggak sanggup ngedengerin mereka yaudah tutup kuping aja daripada collapse haha :D
Apabila kamu berhasil mencapai sesuatu , kamu mungkin akan mendapati orang-orang yang bersikap negatif ke kamu, entah itu jelous, menentang, nggak suka de el el yang membuat kamu jadi rada sedih juga atas pencapaianmu itu. Tetapi teruskanlah mimpi selanjutnya dari pencapainmu itu. Jangan hiraukan kata-kata yang menyakitkan, ambil saja kata-kata yang membangun, kan kata pak ustadz Salim “balaslah dari setiap yang menyakitkan dengan yang menyembuhkan” #eaaa
Apa yang telah kamu bangun dalam waktu yang yang bertahap dan tidak sebentar juga dengan tidak mudah itu, dapat dihancurkan orang dalam waktu satu detik saja bahkan dengan satu kalimat kata saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun mimpimu. Terus kalau kamu sudah menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, bisa jadi orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia. Ingat ke hikmah nomer 1 hehe....
Kebaikan yang kamu lakukan hari ini, mungkin besok bakal dilupakan orang. Meskipun begitu teruslah berbuat baik. Berikan yang terbaik dari apa yang kamu miliki, dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik. Ingat bahwa Allah itu tidak tidur, Dia tau betul apa yang kamu lakukan J
Menyadari bahwa semuanya itu ada di antara kamu dan Allah. Tidak akan pernah ada antara kamu dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kamu lakukan. Tetapi percayalah bahwa Allah tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu.
 jadi, All is well,, just enjoy the show ahahaha :D



Selasa, 14 Januari 2014

bersama bukan berarti sama.

Sesak,
Iya memang benar, menjaga perasaan orang lain itu tidak mudah, pun ketika memang semua akan tetap ‘terlihat’ baik-baik saja. Kau tidak akan pernah mengerti kenapa Tuhan menciptakan katak yang bisa berenang sekaligus berloncat-loncat di pinggir pematang sawah. Dan kalau kau menjadi ikan mas yang lihai mengibaskan ekormu di perairan kau juga tidak berhak untuk mencela kepiting yang tetap terlihat sempurna ketika ia berjalan di atas pasir tanpa air, atau meragukan lumba-lumba yang penurut sekaligus pandai berhitung.

Sudahlah,
Kau bahkan tidak peduli, manusia dihadapanmu yang dengan (tiba-tiba) bungkam, menahan sesuatu keluar dari mata beningnya, mata bening yang kau buat sembab yang tertahan seketika.

Baiklah,
Ia tetap bertahan disana, dihadapanmu, demi mendengar rangkaian kata demi kata yang menyakitkan itu.

Sudah kubilang,
Selain aku butuh terang untuk melihat kupu-kupu, aku juga suka malam demi terlihatnya kerlipan bintang. Toh keduanya juga sama-sama terjadi dalam satu kesatuan bernama hari,

Kau tetap tak mengerti,
Kau memaksaku untuk mengejar matahari, atau kau menyuruhku memilih bulan dan meninggalkan matahari.
Tidak bisa.


aku, genap dengan dua sisi kehidupanku.


Sabtu, 14 Desember 2013

kamu yang mana hayoooo :D

EMPAT KEPRIBADIAN 

Jika berbicara mengenai karakter, akan sangat dekat sekali dengan kecocokan atau ketidakcocokan seseorang dengan orang lainnya... memaksakan orang lain memahami karakter kita tanpa timbal balik untuk memahami orang lain sama saja dengan menebar garam di lautan, yang berarti, sia-sia.

Sungguh sangat indah jika kita dapat saling memahami dan melengkapi, karena Allah menciptakan perbedaan sebagai suatu keniscayaan dan menguji kita untuk runtuh karenanya atau kokoh dengan memanfaatkannya.

Harmonisasi hubungan dalam komunitas sosial adalah sesuatu yang sangat diharapkan. Seperti halnya musik, harmoni tidak akan tercipta jika pemain terus menggunakan satu nada saja, artinya, sinkronisasi dari nada-nada yang ada menciptakan melodi yang harmoni, dengan memperhatikan kolaborasi nada yang digabungkan. Dengan sedikit sentuhan dan pemahaman, perbedaan tidak hanya akan seindah pelangi yang dapat dilihat, tetapi juga seindah melodi yang mampu didengar.
Kali ini, untuk memudahkan, akan dirangkum empat karakter yang dirumuskan oleh FLORENCE LITTAUER dalam bukunya Personality Plus dan dikemas dengan gaya penyampaian saya, agar kita semua dapat saling mengisi kekosongan, dan memahami perbedaan.

Yang paling baik yang apa? Nggak ada, semua punya celah. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengontrol diri sendiri dan memahami orang lain. ^^
 
4 karakter yang dimaksud bakal saya ulas satu persatu,,,,
ini dia cekidottt :D






PLEGMATIS YANG DAMAI


# Karakter utama:
* Serba guna
* Kepribadian rendah hati
* Selalu santai
* Diam, tenang dan terkendali
* Sabar
* Berbahagia menerima kehidupan
*Punya kemampuan administrasi
*Menengahi masalah
*Mudah diajak bergaul
*Punya banyak teman
*Menjadi pendengar yang baik

# Masalah untuk para plegmatis:
* Anda seperti tidak ada. Ekspresi anda yang tidak hidup dan kesenangan anda dengan ketenangan membuat anda tidak terlihat oleh orang lain dan keberadaan anda tidak disadari mereka
* Melawan perubahan. Anda tidak menyukai resiko, yang artinya perubahan berarti kondisi tidak aman menurut anda
* Terlihat malas karena anda senang menunda-nunda pekerjaan untuk menikmati masa senggang. Kemudian, anda akan kesulitan saat pekerjaan tersebut harus segera diselesaikan
* Memiliki kemauan baja yang tenang. Kemauan yang keras namun anda tetap tenang sehingga orang lain tidak tau apa yang ingin anda kerjakan dan mereka tidak bisa membantu anda
* Tidak memiliki pendirian. Anda akan berpendapat apapun yang membuat keadaan tanpa konflik. Yang penting semua senang adalah jargon hidup anda hingga anda tidak memiliki tujuan untuk apa anda melakukannya 

# Saran untuk para plegmatis:
* Berusahalah membangkitkan semangat dan memperlihatkannya agar orang lain tahu bahwa anda menyukai hal yang anda lakukan 
* Cobalah sesuatu yang baru, keluarlah dari zona nyaman, karena perubahan memang pangkal dari keberhasilan yang lebih besar
* Belajarlah menerima tanggungjawab dan melaksanakannya denga bertanggungjawab, jangan sia-siakan waktu anda untuk hal-hal sepele dan menunda pekerjaan yang penting untuk anda
* Jangan menunda hal-hal yang dapat segera diselesaikan
* Motivasilah diri anda untuk mengerjakan tugas-tugas anda dengan cepat 
* Belajarlah mengomunikasikan perasaan anda agar orang lain tahu apa yang anda inginkan. Tidak selamanya konflik akan terjadi jika anda mengatakan apa yang anda inginkan
* Berlatihlah membuat keputusan
* Belajarlah mengatakan tidak untuk membuat anda memiliki pendirian yang prinsipil

# Cara menghadapi mereka yang plegmatis:
* Sadarilah mereka memerlukan motivasi langsung, dan mereka akan bekerja dengan giat jika mereka dimotivasi, jangan sekali-kali menghina pekerjaan mereka, karena mereka akan segera meninggalkannya dan menyerahkannya kepada orang lain
* Bantulah mereka menetapkan tujuan
* Jangan mengharapkan antusiasme, walaupun mereka bersemangat, namun jangan berharap hal itu akan terpancar jelas di wajahnya.
* Sadarilah bahwa menunda-nunda merupakan bentuk kontrol mereka secara diam-diam
* Paksalah mereka membuat keputusan
* Jangan terlalu sering menyalahkan mereka, mereka suka di motivasi dan diberi kepercayaan
* Doronglah mereka untuk menerima tanggungjawab

KOLERIS YANG KUAT


# Karakter utama:
*Dilahirkan sebagai pemimpin dan mencintai pengendalian terhadap orang lain
*Sangat memerlukan perubahan. Menjadikan perubahan sebagai standar utama mencapai keberhasilan
*Berkemauan kuat dan tegas. Pantang mundur, dan selalu berusaha sampai tujuan akhir
*Bisa menjalankan apa saja. Para koleris dilahirkan dengan kemampuan akselerasi tinggi, mudah beradaptasi dengan tugas-tugas baru dan membuatnya terkesan tau segala hal
*Berorientasi tujuan, tidak peduli dengan apapun yang terjadi di perjalanan, selama hal tersebut mempermudah mencapai tujuan, dia akan melakukannya dengan segala cara
*Mengorganisasi dengan baik
*Mendelegasikan pekerjaan dan membuat dirinya menjadi sentral segala urusan
*Tidak terlalu perlu teman. Bagi koleris, teman adalah rekan kerja.
*Biasanya selalu benar dan mencari argumen untuk membenarkan diri saat salah
*Unggul dalam keadaan darurat. Kemampuannya mengorganisasi dan membuat keputusan cepat memberikannya keistimewaan saat kondisi darurat. Semua orang akan bergantung padanya

# Masalah untuk para koleris:
* Terlalu keras bekerja hingga melupakan teman atau keluarga
*Suka mengendalikan segalanya. Beranggapan bahwa jika bukan dia yang memegang kendali, semua akan berjalan tidak semestinya
*Tidak tahu bagaimana menangani orang lain. Karena berorientasi pada tujuan, para koleris tidak terlalu memerhatikan perasaan orang lain
*Benar tapi tidak populer, karena pembawaannya yang keras dan harus benar, banyak orang yang akan merasa kesal karenanya

# Saran untuk para koleris:
* Belajarlah rileks. Pergi sebentar saja dari tugas-tugas anda, tidak akan menghancurkan apapun
*Singkirkan tekanan dari orang lain, perlakukan mereka seperti sahabat untuk berjalan bersama mencapai tujuan
*Rencanakan kegiatan untuk refreshing
*Tanggapi kepemimpinan orang lain. Dan mulailah berfikir, anda tidak harus selamanya mengambil kendali, percayalah pada kepemimpinan orang lain.
*Jangan menyepelekan orang yang tidak seperti anda. Mereka memiliki cara sendiri untuk mengerjakan segala sesuatunya. Tidak selamanya anda adalah orang yang paling benar
*Berhentilah memanipulasi. 
*Latihlah kesabaran. Hanya anda yang mampu bekerja cepat, jadi belajarlah memahami orang lain dan tuntun mereka untuk menyelesaikan tugas tepat pada waktunya
*Simpanlah nasihat sampai diminta. Meskipun anda merasa mampu memberikan solusi segalanya, namun anda harus menyadari, bahwa ada beberapa orang yang hanya butuh didengarkan, bukan diceramahi
*Perlunak cara pendekatan anda. Bersikaplah lebih bersahabat. Mungkin anda tidak tahu bahwa hubungan personal dapat mempermudah anda mencapai tujuan
*Berhenti bertengkar dan menimbulkan kesulitan. Jangan selalu memaksakan anda benar dan orang lain harus mengakui kebenaran anda, itu menyulitkan bagi sebagian orang
*Biarkan orang lain benar, meskipun sangat sulit, tapi belajarlah melapangkan dada untuk menerima bahwa orang lain juga dapat benar, tidak hanya anda
*Belajarlah meminta maaf, karena anda memiliki gengsi yang tinggi, hal ini sulit dilakukan, karena ini berarti anda mengakui bahwa anda salah. Tapi meminta maaf merupakan fondasi awal persahabatan
*Akuilah anda punya kesalahan

# Cara menyikapi mereka yang koleris:
*Sadari bahwa mereka memang berbakat memimpin dan mereka ahli dalam mengarahkan orang. Bagi orang sanguinis, ini akan sulit karena itu berarti mereka memiliki saingan untuk bersinar. Tapi ini harus dilakukan, untuk harmonisasi hubungan 
*Bersikeraslah melakukan komunikasi dua arah, dan paksa orang koleris untuk mendengarkan anda, dan anda mendengarkannya, maka anda akan mendapati, koleris telah menerima keberadaan anda
*Sadari bahwa mereka tidak bermaksud menyakiti. Segala hal yang dikatakannya dilakukan untuk pencapaian tujuan, dia tidak bermaksud menyakiti siapapun dengan gaya kepemimpinannya
*Berusahalah membagi-bagi bidang tanggungjawab, karena orang koleris tidak menyukai jika mereka tidak memiliki tanggung jawab untuk mereka kerjakan dengan sebaik-baiknya
*Sadari mereka tidak penuh belas kasihan, mereka senang berbicara to the point dan tidak menyukai basa-basi. Jadi bersabarlah jika mereka mengatakan apa yang mereka ingin anda lakukan dengan lugas dan kesan menggurui
*Ketahuilah bahwa mereka selalu benar, bagaimanapun anda mencari celah, koleris akan selalu mampu memberikan argumen mereka benar
# Karakter utama:
*Dilahirkan sebagai pemimpin dan mencintai pengendalian terhadap orang lain
*Sangat memerlukan perubahan. Menjadikan perubahan sebagai standar utama mencapai keberhasilan
*Berkemauan kuat dan tegas. Pantang mundur, dan selalu berusaha sampai tujuan akhir
*Bisa menjalankan apa saja. Para koleris dilahirkan dengan kemampuan akselerasi tinggi, mudah beradaptasi dengan tugas-tugas baru dan membuatnya terkesan tau segala hal
*Berorientasi tujuan, tidak peduli dengan apapun yang terjadi di perjalanan, selama hal tersebut mempermudah mencapai tujuan, dia akan melakukannya dengan segala cara
*Mengorganisasi dengan baik
*Mendelegasikan pekerjaan dan membuat dirinya menjadi sentral segala urusan
*Tidak terlalu perlu teman. Bagi koleris, teman adalah rekan kerja.
*Biasanya selalu benar dan mencari argumen untuk membenarkan diri saat salah
*Unggul dalam keadaan darurat. Kemampuannya mengorganisasi dan membuat keputusan cepat memberikannya keistimewaan saat kondisi darurat. Semua orang akan bergantung padanya

# Masalah untuk para koleris:
* Terlalu keras bekerja hingga melupakan teman atau keluarga
*Suka mengendalikan segalanya. Beranggapan bahwa jika bukan dia yang memegang kendali, semua akan berjalan tidak semestinya
*Tidak tahu bagaimana menangani orang lain. Karena berorientasi pada tujuan, para koleris tidak terlalu memerhatikan perasaan orang lain
*Benar tapi tidak populer, karena pembawaannya yang keras dan harus benar, banyak orang yang akan merasa kesal karenanya

# Saran untuk para koleris:
* Belajarlah rileks. Pergi sebentar saja dari tugas-tugas anda, tidak akan menghancurkan apapun
*Singkirkan tekanan dari orang lain, perlakukan mereka seperti sahabat untuk berjalan bersama mencapai tujuan
*Rencanakan kegiatan untuk refreshing
*Tanggapi kepemimpinan orang lain. Dan mulailah berfikir, anda tidak harus selamanya mengambil kendali, percayalah pada kepemimpinan orang lain.
*Jangan menyepelekan orang yang tidak seperti anda. Mereka memiliki cara sendiri untuk mengerjakan segala sesuatunya. Tidak selamanya anda adalah orang yang paling benar
*Berhentilah memanipulasi. 
*Latihlah kesabaran. Hanya anda yang mampu bekerja cepat, jadi belajarlah memahami orang lain dan tuntun mereka untuk menyelesaikan tugas tepat pada waktunya
*Simpanlah nasihat sampai diminta. Meskipun anda merasa mampu memberikan solusi segalanya, namun anda harus menyadari, bahwa ada beberapa orang yang hanya butuh didengarkan, bukan diceramahi
*Perlunak cara pendekatan anda. Bersikaplah lebih bersahabat. Mungkin anda tidak tahu bahwa hubungan personal dapat mempermudah anda mencapai tujuan
*Berhenti bertengkar dan menimbulkan kesulitan. Jangan selalu memaksakan anda benar dan orang lain harus mengakui kebenaran anda, itu menyulitkan bagi sebagian orang
*Biarkan orang lain benar, meskipun sangat sulit, tapi belajarlah melapangkan dada untuk menerima bahwa orang lain juga dapat benar, tidak hanya anda
*Belajarlah meminta maaf, karena anda memiliki gengsi yang tinggi, hal ini sulit dilakukan, karena ini berarti anda mengakui bahwa anda salah. Tapi meminta maaf merupakan fondasi awal persahabatan
*Akuilah anda punya kesalahan

# Cara menyikapi mereka yang koleris:
*Sadari bahwa mereka memang berbakat memimpin dan mereka ahli dalam mengarahkan orang. Bagi orang sanguinis, ini akan sulit karena itu berarti mereka memiliki saingan untuk bersinar. Tapi ini harus dilakukan, untuk harmonisasi hubungan 
*Bersikeraslah melakukan komunikasi dua arah, dan paksa orang koleris untuk mendengarkan anda, dan anda mendengarkannya, maka anda akan mendapati, koleris telah menerima keberadaan anda
*Sadari bahwa mereka tidak bermaksud menyakiti. Segala hal yang dikatakannya dilakukan untuk pencapaian tujuan, dia tidak bermaksud menyakiti siapapun dengan gaya kepemimpinannya
*Berusahalah membagi-bagi bidang tanggungjawab, karena orang koleris tidak menyukai jika mereka tidak memiliki tanggung jawab untuk mereka kerjakan dengan sebaik-baiknya
*Sadari mereka tidak penuh belas kasihan, mereka senang berbicara to the point dan tidak menyukai basa-basi. Jadi bersabarlah jika mereka mengatakan apa yang mereka ingin anda lakukan dengan lugas dan kesan menggurui
*Ketahuilah bahwa mereka selalu benar, bagaimanapun anda mencari celah, koleris akan selalu mampu memberikan argumen mereka benar